PERJALANAN BUDAYA: DI BALIK LAYAR KEDIRI BERTUTUR

Artikel Kediri Bertutur

16  tahun aku berkecimpung  di dunia komunikasi dan marketing, cukup kupahami bahwa kompetisi  yang ketat serta gigihnya manusia berusaha demi mencari keuntungan  merupakan  nilai  yang menggerakkan jiwa dan raga bagi orang-orang yang memiliki kehidupan di kota.  Setelah 16 tahun aku bekerja dan berkarir mencapai posisi General Manager di sebuah perusahaan iklan multinasional,  aku berhenti mendaki puncak karir.  Aku memiliki suatu kesadaran yakni “keinginan untuk  mencari  kekayaan dan jabatan tak akan ada hentinya.”

Di tahun 2011, saya berhenti bekerja dan melepaskan semua atribut-atribut yang melekat dengan jabatan seorang General Manager.  Kulepas kemapanan yang terikat dengan jabatan, akan tetapi aku tetap bekerja sebagai pekerja lepasan untuk mencari nafkah.

Kusadari bahwa untuk mencapai tingkat kualitas kehidupan yang lebih baik bukan berarti mendapatkan status serta harta benda yang melimpah.  Dalam perjalananku, aku mencari kualitas hidup dimana spirit humanis yang menjadi penggerak jiwa ragaku. Pelajaran ini hanya bisa kudapatkan dengan melakukan perjalanan budaya.

Kutelusuri jalan di hadapanku yang membawa diriku mengapreasiasi wayang orang Bharata di jalan Kalilio, Pasar Senin. Setiap hari Sabtu malam, aku rajin hadir untuk setiap lakon yang dipentaskan.  Kunikmati indahnya nilai-nilai Jawa yang dibawakan melalui gerakan indah serta alunan gending yang membuai jiwa.  Pelajaran yang kudapati adalah dalam hidup ini ada baiknya jika memiliki penyikapan dan tingkah laku yang lembut.  Cara inilah yang lebih bijaksana. Kusadari bahwa budaya Jawa memiliki tata cara dan  penyikapan santun yang lebih elegan dari budaya negara-negara maju.  Suatu tradisi yang dianggap orang-orang kota kuno ternyata menurutku justru lebih tinggi derajatnya dan semakin dibutuhkan di masa kini.

Petualangan ini kemudian membawaku ke halaman kampungku di Mojoroto, Kediri, Jawa Timur.  Aku pelajari Cerita Panji dan Dewi Sekartaji/Candrakirana serta kaitannya dengan seni tari rakyat Jaranan. Cerita “Raden Panji dan Dewi Sekartaji/Galuh Candrakirana” adalah cerita populer di kalangan masyarakat jawa dulu. Sejarah kerajaan Kediri adalah setting dari kidung asmara kisah cinta antara Raden Panji dan Candrakirana. Kisah asmara mereka adalah perjalanan cinta yang penuh liku bahkan melalui jalan “peperangan dan pengembaraan”.

Dibalik peristiwa peperangan, pengembaraan dalam perjalanan asmara yang penuh liku terkandung nilai-nilai edukasi dan sarat dengan pesan moral yang mencakup aspek politik (pemerintahan birokrasi), sosial, ekonomi, budaya, religi, serta harmonisasi antara manusia dan alam.Andhe-andhe lumut, Kethek Ogleng, Panji Laras, Keong Emas, Timun Emas, Panji Anggreni, Panji Angkronakung adalah lakon-lakon cerita yang sangat populer di kalangan masyarakat jawa dulu dan di kalangan dalam keraton diantara ratusan bahkan ribuan cerita Panji yang ada.

Perwujudan pentas lakon Panji ditampilkan melalui seni wayang beber, wayang krucil/kayu, wayang gedog, tari topeng, ketoprak, tembang(macapat), relief, arca dan tradisi/ budaya bertutur orang tua dulu. Lakon-lakon cerita Panji dan Candrakirana pada peradaban dan budaya masyarakat kekinian, sudah tidak mendapat tempat lagi sehingga terpendam dalam budaya jaman kekinian dan dianggap usang dan kuno.

Nenek moyang kita dulu telah mewariskan budaya yang sangat cerdas dan eksotis. Bertutur adalah salah satu kegeniusan tradisi (“lokal genius”) yang disebarkan dari kampung ke kampung.  Tembang, dongeng adalah bentuk-bentuk tradisi bertutur. Hanya dengan merangkai daun, tangkai, suket jadilah bentuk wayang. Tembang dan wayang daun/suket dipakai untuk melakonkan cerita dan dongeng. Tradisi bertutur ini bisa dilakukan kapanpun dan dimana saja. Di gubug tengah sawah, di kebun, di bawah pohon bambu, di tepi sungai atau di pekarangan halaman rumah, tradisi bertutur ini –“tembang dan dongeng” dilakonkan.

Lewat Kediri Bertutur, lakon-lakon cerita Panji dan Candrakirana diketengahkan dan diceritakan lagi di tengah masyarakat kita yang kekinian dan telah kehilangan jejak akar budayanya sendiri.

Melalui seni rakyat (jaran kepang), tradisi bertutur nenek moyang dulu “wayang dari merang (batang padi) dan daun” sampai pentas wayang krucil adalah perwujudan Kampung Bertutur dalam menjaga, merawat dan melestarikan harta karun budaya milik bangsa sendiri “Budaya Panji” yang juga sangat populer di luar jawa sampai mancanegara. Terciptanya iklim masyarakat yang guyub “kebersamaan” dan rukun di tempo dulu serta penanaman nilai-nilai budi pekerti kepada anak-anak, tidak bisa dipisahkan dari peranan dan fungsi “tradisi bertutur.” Lewat Kediri Bertutur ini, “kegeniusan tradisi” nenek moyang dulu yaitu “bertutur” tidak lagi menjadi “tradisi yang hilang” dalam masyarakat sekarang yang berkiblat pada budaya modernitas.

IMG_5027 IMG_5033 IMG_5111 IMG_0434 IMG_0448 IMG_1257 IMG_1262 IMG_1323 IMG_1334 IMG_9737 IMG_9750 IMG_9753 IMG_9800 IMG_9810 IMG_9833 IMG_9844 IMG_9853 IMG_9907 IMG_9919 IMG_9925 IMG_9933 IMG_9940 IMG_9988 IMG_3889 IMG_3920 IMG_4015 IMG_4026 IMG_4106 IMG_4121 Kediri Bertutur_25 Junic Kediri Bertutur_25Junia Kediri Bertutur_25Junib Kediri Bertutur_25Junid Kediri Bertutur_25Junie Kediri bertutur_25Junif Kediri Bertutur_25Junig Kediri Bertutur_25junih Kediri Bertutur_25Junij Kediri Bertutur_25Junik kediri bertutur_26juni kediri bertutur_26junia kediri bertutur_26junib kediri bertutur_26junic kediri bertutur_26junid kediri bertutur_26junif kediri bertutur_26junig kediri bertutur_26junih kediri bertutur_26junii kediri bertutur_26junij kediri bertutur_26junik kediri bertutur_26junil kediri bertutur_26junim kediri bertutur_26junin kediri bertutur_26junio kediri bertutur_27junie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s