Peradaban, seni dan budaya nusantara milik bangsa indonesia sebagai warisan dunia.

Inspirasi Kediri Bertutur

Membuka kembali sejarah peradaban klasik nusantara bukan berarti tenggelam dalam romantisme (nostalgia) masa lalu. Ilmuwan-ilmuwan barat tidak memiliki istilah dan kata “ndeso-kuno” tatkala menelusuri dan mempelajari peradaban klasik nusantara yang justru dipandang “kampungan dan ketinggalan zaman ” oleh generasi (masyarakat) jaman sekarang. “Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut diseberang lautan justru tampak jelas,” sebuah perumpamaan yang bisa dipakai untuk menerangkan perspektif budaya dari generasi (masyarakat) zaman sekarang.

Indonesia pernah menjadi pusat penting ilmu pengetahuan agama Buddha se-Asia Tenggara. Berita dari Cina 682M mengabarkan I-Tsing seorang pendeta dari Tionghok pernah menimba dan mendalami ilmu paramasastra atau tata bahasa sanskerta di pusat perguruan tinggi terbesar se-Asia Tenggara dan se-Asia Timur yang pernah didirikan Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim terkuat yang menguasai perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya telah merambah ke Kamboja, Thailand Selatan sampai Semenanjung Malaya. Kerajaan Sriwijaya kaya akan emas hingga disebut Negeri Swarnadwipa (pulau emas).

Candi Sukuh, Karanganyar di Jawa Tengah2

Melihat kibar sang saka Merah Putih berarti melihat kejayaan dan kebesaran Kerajaan Majapahit. Raden Wijaya pendiri kerajaan Majapahit (1293 M) akan terus dikenang sepanjang sejarah bangsa Cina. Kerajaan Majapahit berhasil mengalahkan dan menaklukkan “pasukan langit, ” Kerajaan Yuan dari Cina. Pasukan bangsa Mongol dibawah pimpinan Raja Kublai Khan merupakan pasukan terkuat di dunia pada saat itu. Hampir semua pertempuran dan peperangan yang dilakukan untuk menaklukkan dan menguasai dunia telah dimenangkannya. Kibar sang saka Getih-Getah telah menandai kemenangan pasukan Raden Wijaya atas pasukan Kublai Khan. Dan sang saka Getih-Getah merupakan panji (bendera) kebesaran Kerajaan Majapahit. Peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia mengenai kemenangan pertempuran pasukan Raden Wijaya atas pasukan bangsa Mongol tercatat didalam Piagam Merah Putih atau Prasasti Butak yang berangka tahun 1292 M.

Dewi Sekartaji putri raja Kerajaan Daha dari Cerita Panji2Dunia mengakui sejarah kejayaan dan kebesaran peradaban nusantara di jaman dulu mulai dari Kerajaan Sriwijaya (Sumatera), Mataram kuno (Jawa Tengah) hingga Majapahit dengan pusat
kerajaannya berada di Trowulan-Mojokerto. Candi-candi dengan keindahan reliefnya, seperti Borobudur, Prambanan, Penataran, Sukuh dan masih banyak situs-situs ataupun artefak lainnya yang tersebar di nusantara merupakan bukti-bukti peninggalan bersejarah dari sebuah peradaban yang sangat tinggi.

“Indonesia’s world heritage: Borobudur” dibuat oleh seniman Indonesia bukan dari India. Cerita Mahakarmawibhanga di relief Candi Borobudur banyak menggambarkan alam geografis dan kehidupan sehari-hari masyarakat di Jawa. Bukti lain dengan tidak ditemukannya pemukiman orang-orang India saat penggalian, dan adanya inskripsi (tulisan) dalam aksara dan kata-kata Jawa kuno bukan aksara Deva-Nagari maupun bahasa Sanskerta di atas panil Candi Borobudur telah menegaskan bahwa Candi Borobudur merupakan sebuah mahakarya dari peradaban nusantara.

Cerita Panji tidak dipengaruhi kisah Mahabarata ataupun Ramayana dari India. Kisah Panji bukan sekedar roman percintaan biasa. Di balik kisah Cerita Panji terkandung makna tentang keselaras religius, keselarasan ekologi, sistem norma (aturan atau petunjuk hidup), keteladanan kepemimpinan, sampai falsafah dan tuntunan kehidupan (kesetiaan, perjuangan, kejujuran, budi pekerti). Cerita Panji telah menjadi sumber inspirasi bagi sistem kebudayaan di Asia Tenggara khususnya Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Relief Cerita Panji banyak dipahatkan di candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Cerita Panji juga dapat ditemukan dalam bentuk sastra, kesenian tari, pertunjukkan wayang sampai karya seni lukis.

Relief Panji di Candi Penataran2

Unesco secara internasional juga telah mengkukuhkan hasil karya asli indonesia sebagai warisan dunia diantaranya: wayang kulit (2003), keris(2005), batik (2009), angklung(2009), tari saman (2009).

“Memakai jas, celana jeans, berada dalam mobil mewah, menyanyikan musik jazz, hip hop sampai rock & roll adalah suka-suka. Sah – sah saja memilih budaya modernitas. Akan tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal dalam keurbananmu adalah penting, agar kehidupan ini bisa selaras. Jangan takut lagi menggali dan menemukan nilai-nilai peradaban, seni dan budaya nusantaramu karena gak ada yang ndeso atau kampungan di dalamnya”.

Relief Candi Sukuh, Karanganyar di Jawa Tengah2

Sosok Garuda di Candi Sukuh, Karanganyar, Jawa Tengah2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s