Sarasehan Seni Bertutur

Inspirasi Kediri Bertutur

Sadar akan banyaknya wanita muda Indonesia yang memiliki keunikan karakter dan kemampuan luar biasa yang dapat memberikan manfaat positif bagi orang lain dan lingkungan sekitar, Kotex berinisiatif membuat suatu media untuk berinteraksi dan berbagi mengenai karya kreatif yang dibungkus dalam suatu program bertajuk “Hai Wanita Muda Tunjukan Inovatifmu” yang diselenggarakan di Universitas Muhamadiyah Malang tanggal 1 December 2015.

Tema yang diangkat Kotex adalah “Hai wanita muda tunjukan inovatifmu,” diperuntukkan sebagai wadah kreatifitas dan bentuk apresiasi bagi wanita muda kreatif. Ini bukan ajang pencarian bakat, akan tetapi merupakan media interaksi dan berbagi lewat ekspresi karya kreatif mulai dari bidang: seni, style, hobby, entrepreneur, lingkungan, sampai pemberdayaan edukatif.

“Hai wanita muda tunjukan inovatifmu,” bisa menjadi sumber inspirasi kreatif wanita muda seluruh Indonesia untuk berkarya.
“Masa muda adalah masa-masa indah dan jangan sia-siakan.” Lewat ekspresi kreatif ini, Kotex mengajak wanita muda seluruh Indonesia untuk mengisi keindahan masa-masa muda dengan semangat karya.

Kotex adalah produk pembalut yang diutamakan bagi wanita muda di seluruh Indonesia agar dapat selalu nyaman beraktivitas, bebas berkarya dan berekspresi, serta berprestasi meski sedang datang bulan maupun mengalami kelembaban. Kelembutan dan kehalusan Kotex membuat wanita di seluruh Indonesia selalu tampil segar dan penuh percaya diri. Kotex merupakan solusi keberhasilan bagi wanita muda dengan ragam produk yang lengkap dan melindungi secara maksimal.

Dalam ajang ini metode berkarya dalam seni bertutur atau storytelling dapat diaplikasikan dalam bentuk kompetisi video dan foto oleh para peserta. Dalam kompetisi rekam cerita, peserta dapat menceritakan tentang perjalanan dalam membuat suatu karya, mulai dari ide kreatif, visi dan misi serta hambatan dan tantangan. Video dan foto rekam jejak inspiratif ini dapat dilakukan dengan berkelompok atau individu yang di unggah melalui sosial media.

Universitas Muhamadiyah memberikan respon positif atas kerjasama yang diajukan oleh pihak Kotex. Kegiatan ini sangat berkualitas dan mendorong para mahasiswa untuk ikut berkarya, serta meningkatkan skill mereka dari apa yang dasarnya sudah mereka terima melalui materi perkuliahan.

Dengan menggunakan metode bertutur dalam karya video dan foto akan menjadi menarik. Bertutur adalah bentuk komunikasi aktif dan bukan satu arah. Umumnya metode komunikasi satu arah bersifat pasif, penerima pesan hanya menerima dari pemberi pesan, dan tidak ada interaksi langsung. Bertutur merupakan seni komunikasi. Sebagai seni komunikasi, penyampaian pesan lewat metode bertutur pastinya tidak terlepas dari bentuk, unsur-unsur, serta aktifitas seni. Bertutur memiliki pesan / isi yang inspiratif: nilai pesan yang mampu menjadi teladan (budi pekerti, tuntunan), sumber kreatifitas/inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Bertutur mengandung kisah atau cerita perjalanan mulai dari ide kreatif, visi dan misi, hambatan dan tantangan. Adanya perpaduan seni seperti; pedalangan, dongeng, tembang (nyanyi) dalam aktifitas bertutur, berarti aspek storytelling sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat kita. Bertutur merupakan metode komunikasi yang mencerminkan karakter dan kepribadian masyarakat Indonesia. Bertutur bukan hanya metode komunikasi, akan tetapi bertutur juga sebagai pengikat jalinan kebersamaan, serta kekeluargaan.

Nenek moyang kita dulu telah mewariskan budaya yang sangat cerdas dan eksotis. Bertutur adalah salah satu kegeniusan tradisi (“lokal genius”) yang disebarkan dari kampung ke kampung. Tembang, dongeng adalah bentuk-bentuk tradisi bertutur. Hanya dengan merangkai daun, tangkai, suket jadilah bentuk wayang. Tembang dan wayang daun/suket dipakai untuk melakonkan cerita dan dongeng. Tradisi bertutur ini bisa dilakukan kapanpun dan dimana saja. Di gubug tengah sawah, di kebun, di bawah pohon bambu, di tepi sungai atau di pekarangan halaman rumah, tradisi bertutur ini – “tembang dan dongeng” dilakonkan. Terciptanya iklim masyarakat yang guyub “kebersamaan” dan rukun di tempo dulu serta penanaman nilai-nilai budi pekerti kepada anak-anak, tidak bisa dipisahkan dari peranan dan fungsi “tradisi bertutur.” Lewat Kotex Sarasehan Seni Bertutur ini, “kegeniusan tradisi” nenek moyang dulu yaitu “bertutur” tidak lagi menjadi “tradisi yang hilang” dalam masyarakat sekarang yang berkiblat pada budaya modernitas.