Azra’s Social Diary: Ken Dedes episode 2 oleh maharaniamaliaazra

Artikel Kediri Bertutur

tumblr_mf366nofMl1rmmazso1_500

Visual: by dancing doll; source: deviantart.com

Dear Diary,
Aku melanjutkan membaca buku Ken Dedes, lebih spesifiknya bagian kedua. Ceritanya dimulai dengan penjelasan bahwa hati Akuwu Tunggul Ametung yang sudah tua ini masih tidak terpuaskan walaupun sudah memiliki puluhan selir dan masih mencari perempuan yang pantas menjadi permaisurinya. Menurut aku, sikap ini sangat serakah dan ini menunjukkan bahwa ia hanya peduli nikmat dunia dibandingkan alam baka.
Disaat Akuwu Tunggul Ametung akhirnya memiliki keinginan yang kuat untuk mencari permainsuri, salah satu brahmana sepuh menyebut nama Ken Dedes dan menceritakan bahwa ia adalah gadis yang sangat cantik dan terkenal dengan kawaskithan-nya sehingga membuatnya sebagai orang yang cocok untuk dijadikan permaisuri. Tetapi, Akuwu juga diperingatkan bahwa jangan sampai ia bersifat buruk didepan ayahnya Ken Dedes, sang Empu Parwa. Ia terkenal sebagai seorang brahmana yang gentur tapane; apapun yang dia ucapkan bisa menjadi kenyataan. Hal ini memang membuat Akuwu Tunggul Ametung menjadi takut. Tetapi, tekadnya malah semakin kuat dan merencanakan untuk langsung melamarnya pada keesokan harinya. Ia terus menerus membayangkan betapa cantiknya gadis yang disebut Ken Dedes ini.
Esoknya, Iapun berangkat menggunakan kereta kencananya, ditemani oleh ketiga orang kepercayaannya yang bernama Bapiang, Jarasandha, dan Kebo Ijo. Didalam perjalanannya, ketiga orang ini membahas tentang Ken Dedes, memberikan gambaran kepada Akuwu Tunggul Ametung tentang betapa cantiknya gadis ini dan membuatnya semakin tidak sabar untuk menemui calon permaisurinya.

Dia membayangkan bahwa saat ia sampai disana, ia disambut dengan hangat oleh Empu Parwa dan ia menanyakan maksud kedatangannya ke rumahnya. Iapun langsung menjelaskan bahwa ia ingin melamar anaknya yang diterima dengan senang hati direstui oleh Empu Parwa dan tanpa mereka ketahui, Ken Dedes mendengar segalanya dan merasa deg-degan, bahkan bisa dibilang malu. Ia terus-terusan mondar-mandir dari ruang tengah ke kamarnya; dia merasa tidak percaya diri dan mukanya memiliki ekspresi malu-malu kucing. Disaat itu juga, Akuwu pun mulai membahas tentang pernikahan yang akan dilaksanakan itu, pernikahan dimana akan terbuat janji suci diantara sang Akuwu dan Ken Dedes, sang gadis yang cantik jelita.
Lalu, seluruh imajinasi Akuwu Tunggul Ametung itu langsung runtuh seketika ketika ia mengetahui bahwa sang Empu Parwa sedang pergi memimpin upacara ritual keagamaan diluar desa. Karena ia sangat tidak sabar, Iapun meminta untuk bertemu dengan Ken Dedes. Iapun akhirnya masuk dan menemui Ken Dedes.

Dalam bagian ini, bisa terlihat bahwa Akuwu Tunggul Ametung adalah seseorang yang sangat percaya diri karena ia adalah sang penguasa didaerahnya dan bisa dibilang cukup arogan, menganggap bahwa semua orang pasti akan tunduk padanya karena ia orang yang paling berkuasa dan penting. Dia juga terlihat tidak sabaran, ingin mendapatkan semua yang dia inginkan secepatnya tanpa ada halangan.

Dan saat itulah dimana sang hati Akuwu Tunggul Ametung langsung berdebar. Itulah saat dimana ia bertemu dengan Ken Dedes yang kecantikannya membuatnya salah tingkah. Matanya terus-terusan memandang kearah wajah Ken Dedes yang sudah lama ia impikan. Selain memiliki paras yang cantik, ia memang terlihat berbeda. Ia terlihat keibuan dan dewasa, membuat lelaki manapun menjadi jatuh hati pada pandangan pertama.

Akhirnya, Akuwu pun bertanya kepada Ken Dedes apakah dia mau tinggal di Kutharaja dan meninggalkan desanya. Ken Dedes terdiam dan berpikir mengapa sang Akuwuu mendadak bertanya seperti itu. Apakah sang Akuwu menyukainya? Akuwu pun bertanya lagi pertanyaan yang sama dan dibalas dengan, “mohon maaf, memangnya ada apa disana?”

Karena pikirannya sudah kesana kemari dan hatinya berdebar-debar, Sang Akuwu pun menyatakan cintanya kepada orang yang dicintainya itu dan memintanya untuk menjadi permaisurinya. Ken Dedes tidak langsung menjawab, malah terdiam dan mukanya memerah. Ia pun berbisik kepada dua orang emban-nya, mendiskusikan hal tersebut. Ini adalah impian semua perempuan dimanapun; menjadi seorang permainsuri. Tetapi, Ken Dedes akhirnya menolak lamaran sang Awuku secara baik-baik dengan alasan karena ayahnya sedang tidak dirumah dan dia merasa bingung. Iapun meminta untuk sang Akuwu untuk datang besok sore dan membicarakannya dengan ayahnya.

Disini, Ken Dedes menunjukkan pemikiran rasional dan tidak sembrono. Memang, hal ini adalah dambaan seluruh perempuan. Siapa yang tidak mau? Akan tetapi, ia juga memikirkan keluarganya; apakah ayahnya akan merestui? Iapun mengikuti hati nuraninya dan melakukan hal yang benar dan melanjutkan kebaktiannya kepada orang tuanya yang tercinta.

Tetapi, bukannya bersabar, Awuku malah berkata lain, ia menjadi keras kepala. Menurutnya, jawaban Ken Dedes lebih penting dari jawaban dan restu sang ayah. Merekapun sempat beradu mulut; disatu sisi Ken Dedes tidak mau menerima lamaran tanpa sepengetahuan dan restu ayahnya dan disisi lainnya, sang Akuwu sudah tidak sabar ingin menjadikan Ken Dedes sebagai permainsurinya dan membawanya ke Kutharaja.
Didalam hati, Akuwu kagum terhadap Ken Dedes. Memang terbukti bahwa ia adalah seorang gadis yang berbakti dan patuh kepada orang tuanya. Mau dipaksa apapun, ia tetap tidak mau pergi dari desanya.

Segala cara telah dicoba Akuwu tetapi Ken Dedes tetap tidak mau mematuhinya dan tidak terayu sedikitpun. Iapun menjadi marah dan mulai kehabisan ide. Akhirnya ia memilih cara terakhir, membawa paksa Ken Dedes ke istananya; dengan kata lain, menculiknya.
Ken Dedes yang masih lemah mencoba untuk melepaskan diri tetapi mereka terlalu kuat. Ia pun terpaksa untuk dibawa pergi ke istana milik sang raja dengan berat hati dan menitikkan air mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s