Wanita Inspiratif: Gayatri Rajapatni episode 3 by Anastasia Pradinia

Artikel Kediri Bertutur

java-prajnaparamita2

 

Dear diary,
Pada Senin siang kemarin aku melanjutkan membaca buku mengenai Gayatri Rajapatni. Aku mulai mengerti nama belakangnya Gayatri, Rajapatni itu sebenarnya suatu gelar yang diberikan kepadanya dari Wijaya. Gayatri itu diberikan gelar tersebut membuktikan bahwa dia itu dipilih Wijaya untuk menjadi wanita utama dalam kerajaan. Wijaya akhirnya menjadi Raja Majapahit dan ia menikahi Gayatri, lalu dia memberikan Gayatri gelar Rajapatni, yang berarti Pendamping Raja. Gayatri menjadi Ratunya Majapahit, kerajaan yang asal-usul namanya itu berasal dari buah maja yang pahit. Dalam desa tersebut ditemukan banyak buah maja, maka dari itu kerajaannya dinamakan Majapahit. Gayatri dan Wijaya memiliki hubungan yang romantis, karena mereka saling memiliki perasaan untuk satu sama lainnya. Sedangkan hubungannya Tribhuwana dan Wijaya itu hanya dilaksanakan untuk menciptakan perdamaian antar kerajaan.
Wijaya jatuh cinta saat dia melihat bahwa Gayatri itu berniat untuk melakukan apa pun untuk merebut kembali kerajaan yang telah dibangun oleh ayahnya, sang Raja Kertanegara. Keteguhan Gayatri menjadi salah satu alasan mengapa Wijaya memilihnya untuk menjadi istrinya. Gayatri sangat pintar dalam bidang strategi, tata negara, hukum dan dia menikmati teater. Ilmunya dalam strategi membuat dia menjadi seorang ratu yang bijak karena dia pandai membuat rencana-rencana agar kerajaan bisa lebih sukses dan makmur. Wijaya semakin mengagumi Gayatri saat dia melihat bahwa Gayatri memiliki harapan tinggi untuk Majapahit, walaupun kerajaan yang telah dibangun oleh ayahnya sudah hancur. Selain memiliki harapan tinggi dia juga berniat untuk melakukan apa pun untuk membangun kembali kerajaan yang memenuhi kriteria yang dibuat oleh Raja Kertanegara.
Gayatri ternyata merasa cemas sebelum kakaknya yang tertua, Tribhuwana, akan bereaksi buruk terhadap hubungannya dengan Wijaya. Tetapi ternyata Tribhuwana mendukung hubungan Gayatri dan Wijaya, karena ia merasa bahwa Wijaya pantas menerima pasangan yang akan membuatnya bahagia. Takdir Tribhuwana dan kedua kakaknya Gayatri yang lain itu tidak terlalu jelas, namun disebutkan bahwa Wijaya menikahi dirinya ke dalam keluarganya Kertanegara maka dari itu dia melindungi kakak-kakaknya Gayatri. Dinyatakan bahwa ketiga kakaknya Gayatri mengalami trauma karena mereka disandera oleh Mongol, tetapi Wijaya memastikan bahwa saudari-saudarinya Gayatri dirawat dengan baik.

Dalam kisah-kisah Majapahit, Gayatri tidak terlalu kelihatan kalau dibandingkan dengan Hayam Wuruk, Raja Wijaya, Maha Patuh Gajah Mada, atau Ratu Tribhuwana. Gayatri itu sebenarnya memberi dampak yang besar dalam kejayaan kerajaan Majapahit, karena dia yang memiliki konsep yang dapat mempersatukan masyarakat dalam Kerajaan Majapahit. Ternyata menurut hasil research aku, Gayatri menjadi pembimbing dua tokoh yang terkenal dalam Kerajaan Majapahit, yaitu Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Hayam Wuruk adalah cucunya Gayatri, sedangkan Gajah Mada menjadi semacam muridnya. Gayatri melahirkan seorang putri yang dia namakan Tribhuwana, lalu Tribhuwana menikah dengan Kerthawardana dan memiliki anak yang bernama Hayam Wuruk. Hayam Wuruk dan Gajah Mada menjadi penguasa-penguasa Kerajaan Majapahit di saat kerajaannya sudah stabil. Hayam Wuruk menjadi lelaki pertama yang menguasai kerajaan Singhasari dan Majapahit setelah kakek buyutnya, Raja Kertanegara.

Pada masa Gayatri dan Wijaya, Kerajaan Majapahit masih dalam kondisi di mana masih bertumbuh, maka dari itu mereka menjadi peran-peran yang penting dalam perkembangan Kerajaan Majapahit. Gayatri menjadi tulang belakang Kerajaan Majapahit karena dia dan Raja Wijaya membangunnya dari awal. Setelah jatuhnya kerajaan Singhasari, Gayatri dan Wijaya membangun kerajaan Majapahit karena keduanya ingin memenuhkan cita-cita ayahnya, Raja Kertanegara yang meninggal setelah serangan Mongol. Sejak kejadian tersebut Gayatri berjanji untuk mengembalikan kondisi kerajaan seperti sebelumnya dan merawat apa yang telah diwariskan oleh ayahnya.
Khusus minggu ini aku membaca dua bab dalam buku karena kekurangan materi mengenai Gayatri. Dalam bab selanjutnya aku mulai mengenali ciri-ciri kerajaan Majapahit, karena caranya Gayatri menguasai kerajaan tersebut. Dijelaskan bahwa ada orang asing yang datang ke Majapahit untuk mempelajari agama yang diaplikasikan oleh masyarakat Majapahit. Orang asing itu bernama Frater Odoric dan dia berasal dari Eropa. Tujuan dia untuk datang ke Istana Majapahit pada tahun 1322 adalah untuk mempelajari agama dan dia sempat berbagi cerita mengenai kepercayaan yang ia pegang. Frater Odoric adalah seorang Padri Kristen dan dia sangat terkagum oleh hal-hal baru yang dia telah pelajari dari Jawa. Tuan rumah, yaitu Gayatri itu merasa bahwa pengetahuan yang diceritakan oleh Frater Odoric itu kurang menarik. Beliau lebih tertarik dengan ilmu astronomi dan geografi yang Frater Odoric bawa. Orang-orang Jawa itu percaya adanya hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Pencipta dan manusia dengan alam. Sedangkan kepercayaan dari negeri Barat, hubungan manusia itu hanya sebatas manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan. Orang-orang Jawa sadar bahwa mereka harus merawat alam, karena alam sudah memberi manusia makanan, tempat tinggal, dan kekayaan alam yang melimpah sedangkan tanah di negeri-negeri Barat itu memiliki 4 musim dimana kekayaan alam tidak sekaya dengan pulau Jawa. Kepercayaan orang Barat itu lebih mengenai kontrol manusia atas alam dan terpisahnya kondisi realita dengan spiritual, sedangkan menurut kepercayaan Jawa masyarakat penting adanya keselarasan dalam aspek spiritual dengan kehidupan nyata. Masyarakat Jawa sudah merasa bahwa kepercayaannya lebih bermakna. Orang Jawa lebih bersyukur atas hal-hal yang sudah diberikan oleh alam karena kehidupan manusia tergantung dengan alam semesta. Cara memberi kembali kepada Tuhan dan alam semesta adalah dengan merawat yang telah diciptakan oleh Allah. Ini dinamakan keselarasan manusia dengan alam. Menurut kepercayaan Jawa caranya berhubungan dengan Tuhan adalah melewati alam. Mereka percaya bahwa alam itu memiliki kekuatan yang dapat berdampak besar dalam kehidupan manusia, maka dari itu mereka suka memberi sesajen dan semacam persembahan dan diberikan kembali ke alam.

Baca episode berikutnya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s