Wanita Inspiratif: Gayatri Rajapatni episode 5 by Anastasia Pradinia

Artikel Kediri Bertutur

15974805Dear diary,
Pada selasa malam ini aku melanjutkan buku Gayatri dan semakin banyak membaca aku menjadi lebih mengenali karakteristik sang Ratu. Gayatri adalah wanita yang mengagumkan karena wataknya yang luar biasa. Secara keseluruhan Gayatri memiliki cara pemikiran yang strategis, maka dari itu dia selalu merencanakan hal-hal yang dia lakukan yang membantu dia untuk meraih tujuan yang dia inginkan. Kebiasaan seperti itu menjadi hal yang penting dalam mengelola kerajaan, karena sebagai Ratu dan pemimpin suatu kerajaan Gayatri harus bisa menciptakan kondisi yang ideal untuk seluruh masyarakat agar komunitas berjalan dengan baik. Setidaknya dia bisa merencanakan aksi-aksi yang harus dilakukan, maka dari itu akan lebih mudah untuk mengelola kerajaannya karena dia memiliki bakat dalam mengorganisasi. Dia mendapatkan wataknya dari ayahnya sang Raja Kertanegara tetapi sayangnya meninggal karena serangan pasukan Mongol.
Dalam bab ini diketahui bahwa Gayatri sudah mempunyai dua putri bersama Wijaya. Namanya kedua putrinya adalah Tribhuwana dan Wiyah Rajadewi. Gayatri dan Wijaya memiliki caranya sendiri untuk menghabiskan waktu dengan kedua anaknya. Wijaya itu lebih atletis, maka dari itu dia dan kedua putrinya hobinya adalah untuk berkuda. Sedangkan Gayatri lebih suka mengajar kedua anaknya, karena dia ingin Tribhuwana dan Wiyah Rajadewi untuk lebih mengenali dunia kesenian dan spiritual. Gayatri adalah orangtua yang menginginkan kedua anaknya untuk mendapat pendidikan yang berkualitas, maka dari itu dia memutuskan untuk mengajari topik-topik yang dia senang untuk didiskusikan bersama dengan kedua putrinya. Seperti ayahnya, Raja Kertanegara, Gayatri menyukai topik-topik yang kontroversial karena dia suka mempelajari hal-hal baru. Rasa ingin tahunya Gayatri itu sifat yang berjalan dalam keluarga.
Gayatri mengajarkan Tribhuwana dan Wiyah Rajadewi tentang kisah Panji dan ternyata mereka juga lebih menyukai cerita lokal daripada Ramayana dan Mahabharata. Gayatri dan kedua putrinya menikmati cerita Panji dan itu menjadi hal yang mereka diskusikan bersama-sama.

Wijaya mempunyai anak lelaki dengan Dara Petak dan namanya Kalagemet yang berarti “lawan yang ringkih” mereka memanggilnya itu karena kepribadiannya yang buruk. Saat Tribhuwana dan Wiyah Rajadewi lebih muda, mereka pernah diajak oleh pengasuhnya untuk bermain dengan Kalagemet. Dara Petak dan Kalagemet tinggal di sayap istana yang lebih jauh, maka dari itu putri-putri Gayatri dan Wijaya jarang melihatnya. Namun pada saat itu pengasuhnya mengajak Tribhuwana dan Wiyah Rajadewi untuk bertemu dengan Kalagemet, tetapi sayangnya tingkah lakunya Kalagemet membuat Gayatri kecewa. Gayatri menemukan Tribhuwana dengan hidung berdarah karena dia melindungi adeknya dari Kalagemet. Kalagemet pernah melukai hewan piaraannya salah satu putrinya Gayatri dan dia juga pernah memaksa Tribhuwana dan Wiyah Rajadewi untuk menciumnya. Segala hal itu membuat Gayatri kecewa dan dia memutuskan untuk tidak mengijinkan Tribhuwana dan Wiyah Rajawedi untuk bermain dengan Kalagemet lagi.

Kalagemet itu satu-satunya anak lelaki yang dimiliki oleh Raden Wijaya, maka dari itu dia otomatis akan menjadi Raja Majapahit. Gayatri khawatir dengan keberadaan kerajaannya di tangannya Kalagemet, karena menurut Gayatri dia tidak pantas untuk menjadi seorang raja. Gayatri mengandalkan kedua putrinya untuk menjadi Ratu-ratu kerajaan Majapahit, karena ia tidak bisa mempercayai Kalagemet untuk mengelola kerajaan yang telah dia bangun susah payah. Gayatri merasa bahwa Kalagemet tidak akan bertanggung jawab atas aksi-aksinya dan itu akan mencerminkan citra kerajaan Majapahit. Pada awalnya Gayatri memang khawatir nasibnya Tribhuwana dan Wiyah Rajadewi karena mereka akan menjadi pemimpin kerajaan Majapahit, tetapi Wijaya memastikan kepada Gayatri bahwa kedua putrinya akan berpasangan dengan pria yang pantas untuk mengelola kerajaan karena mereka memiliki penampilan ayahnya dan kecerdasan ibunya.

Gayatri menuduh ibunya Kalagemet, yaitu Dara Petak untuk sifat-sifat anaknya. Seharusnya Dara Petak bisa mengasuh anaknya dengan baik dan membimbingnya untuk menjadi orang yang ramah dan sopan, bukan sebaliknya. Dara Petak memang memiliki watak yang menyebalkan, maka dari itu anaknya menjadi terpengaruh oleh kelakuan ibunya. Dara Petak dan Gayatri menjadi bermusuhan karena mereka saling tidak menyukai sesama. Dara Petak saking sebalnya dengan Gayatri, dia memulai menyebarkan gosip bahwa Gayatri itu hanya “pelacur kuil” dan “putri gadungan” padahal sudah jelas bahwa dia itu anaknya Raja Kertanegara dan dia memang turun temurun keluarganya. Sayangnya orangtuanya Gayatri sudah meninggal karena serangan tersebut, maka dari itu mereka tidak bisa membuktikan bahwa gosip-gosip tersebut itu tidak benar. Gayatri mengambil keputusan untuk mengabaikan rumor-rumor tersebut karena dia tahu lebih baik daripada untuk melawan Dara Petak dan menyebabkan lebih banyak masalah. Akhirnya Dara Petak meninggal karena dia kena penyakit mual dan demam yang pada saat itu menyerang tubuhnya. Wijaya dan Gayatri memutuskan agar Tribhuwana, kakaknya yang pertama, untuk mengurus Kalagemet agar ia dibentuk menjadi seseorang yang mampu memimpin satu negara. Gayatri percaya bahwa Tribhuwana akan merawat Kalagemet dengan baik, karena memang dia dari dulu ingin mempunyai anak tetapi tidak bisa karena permasalahan mengenai kesehatan. Dalam tangannya Tribhuwana Gayatri percaya bahwa Kalagemet akan menjadi orang yang lebih baik dan cerdas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s