Azra’s Social Diary: Ken Dedes episode 6 oleh maharaniamaliaazra

Artikel Kediri Bertutur

ken_arok_by_dekka_93

Ilustrasi oleh Dekka – 93;  source: http://dekka-93.deviantart.com/art/KEN-AROK-159872403

Perampok-perampok yang kubahas didalam diary kelima (sebelum yang ini) bukan hanya mencuri, mereka tidak takut menyakiti saudagar-saudagar atau siapapun yang membawa harta yang melintasi daerah mereka jika mereka tidak mau memberikan barang berharga mereka.
Bagaimana tanggapan sang penguasa? Sejujurnya, Akuwu Tunggul sendiri tak mempedulikan siapa persisnya orang-orang yang telah berbuat onar di daerah Tumapel; ia hanya peduli tentan bagaimana caranya agar mereka hilang. Hal ini sangat bahaya, apalagi hal ini membuat hubungannya bersama Sri Kertajaya menjadi renggang. Tetapi, apakah sebenarnya perampok-perampok ini jahat? Adakah alasan dibelakang semua pencurian harta-harta ini? Apakah alasan yang sebenarnya?
Salah satu perampok yang aku sebutkan di diary kelimaku bernama Borang. Ia dijelaskan sebagai pemuda yang gagah dan pendiam yang menyembah Bathara Whisnu tiba-tiba berani melawan. Tetapi sebenarnya, ia memiliki alasan tersendiri. Tidak jarang ia melihat harta rakyat dirampas oleh prajurit Tumapel yang diutus oleh Akuwu Tunggul dan gadis-gadis desa yang lugu pun juga tidak lepas dari perampasan ini. Pasti kita bertanya-tanya, “mengapa rakyat hanya diam saja?” Jawabannya karena jika mereka mencoba melawan, maka prajurit-prajurit tersebut tidak takut untuk bertindak secara keji: memukuli, bahkan hingga babak belur. Oleh sebab itu, Borang dan yang lainnya merasa mereka harus melakukan sesuatu untuk mengubah hal tersebut dan tak jarang ia membagikan hasil perampokan dia ke rakyat yang membutuhkan. Latar belakang perampok lainnya pun tak berbeda jauh dari Borang. Oleh karena itu, mereka menjadi pahlawan bagi rakyat di kampung mereka masing-masing.
Untuk Akuwu Tunggu sendiri, alasan ia mengambil harta-harta yang bukan miliknya ini adalah dikarenakan ia menyetorkan beberapa bagian dari harta tersebut ke Kediri. Ia melakukan ini karena ia harus mengikuti perinta raja Kediri yang (sepertinya) meminta pajak besar-besaran. Dan karena sang Akuwu cerdik, ia meminta pajaknya lebih besar dari yang raja Kediri minta; sebagian dari hartanya yang ia berikan masuk kepada kas Negeri Tumapel dan sisanya masuk kedalam kantong pribadi. Bukan hanya harta saja, Sang Akuwu juga merampas hal lain seperti lahan-lahan pertanian, perkebunan, lahan tambang, dan yang lainnya yang jelas-jelas milik rakyatnya dan menjadikannya sebagai miliknya. Rakyat pun terpaksa menjadi budak yang harus bekerja lebih keras lagi hanya untuk kemuliaan raja. Siapa rakyat yang tidak sakit hati dan kesal?
Dan oleh sebab itu, perampok-perampok ini menyalahkan sang penguasa Tumapel! Karena kerakusan yang Sang Akuwu lakukan selama ini dan memperlakukan rakyatnya sendiri sebagai budak, mereka harus bertindak sebelum keadaan di Tumapel semakin memburuk (for them, anyways).
Perampok seperti Borang, Arih-Arih, Santing, dan Hayam memang melakukan aksi kejahatan dengan niat yang baik, ada perampok yang tidak melakukan hal yang seperti ini. Namanya adalah Temu. Ia mencuri harta benda milik orang lain (tidak peduli milik siapapun) hanya untuk keuntungan pribadi. Ia sering beraksi sendirian (walaupun terkadang ditemani sahabatnya yang bernama Tanca) karena ia memiliki kesaktian yang luar biasa; ibaratnya ditusuk senjata tajam pun tidak akan menyakitinya dan ia memiliki kesaktian ini secara alami. Biasanya uang tersebut ia pakai untuk berfoya-foya, minum-minuman keras, dan berjudi dan jika uangnya habis, ia akan mencari korban baru untuk dicuri.
Menurut aku, pencuri yang bernama Borang ini tidak ada bedanya dari Sang Akuwu Tunggul, hanya caranya saja yang berbeda tapi intinya sama saja. Mereka sama-sama hanya mempedulikan nikmat semata seperti harta-benda dan tidak mempedulikan orang lain yang lebih membutuhkan harta tersebut.
Awalnya, Lembong memang rakyat biasa. Tetapi setelah beberapa lama ia berfikir, mengapa ia tidak bisa menikmati hidup dengan kekayaan, dengan memiliki rumah yang layak, makan dan minum setiap hari dengan enaknya. Mengapa ia tidak bisa? Energi yang awalnya bisa saja menjadi suatu yang positif menjadi sebaliknya. Ia memilih menjadi perampok.
Memang, setelah menjadi perampok kehidupan Lembong bersama istrinya secara ekonomi sudah sangat baik. Tetapi, apa enaknya memiliki semua ini jika tidak mempunyai buah hati? Sudah banyak dukun, orang pintar, atau orang yang ahli membuat ramu-ramuan yang mereka datangi, tapi tidak ada hasil. Mereka pun sempat berargumen; antara sang istri yang tidak mau menyerah dan Lembong yang merasa bahwa memang ini takdir kalau istrinya memang mandul. Tetapi istrinya dapat meyakinkan suaminya untuk tetap mencari selagi waktunya masih ada untuknya agar memiliki anak.
Pada suatu malam, seperti biasanya ia mencari korban untuk dirampok. Iapun melewati perkuburan umum di desanya yang terkenal angker tetapi ia tidak terlalu mempedulikannya. Tiba-tiba, ia mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari dalam kuburan tersebut. Secara hati-hati, ia mencari asal dari suara tersebut dan menemukan bayi yang tergeletak begitu saja. Ini memberikan ide dan iapun membawa bayi itu pulang dan memberitahu istrinya.
Awalnya, istrinya merasa ragu-ragu tetapi akhirnya merawat anak itu seperti anak kandung mereka dan bayi itu dinamakan Temu. Seperti Ken Dedes dulu, Temu sangat dimanjakan oleh ibunya. Tetapi bedanya, ayah Ken Dedes dan ibunya akhirnya mendidik ia kearah yang benar sedangkan Temu tetap dimanjakan dan akhirnya disaat ia remaja, kenakalannya pun semakin menjadi-jadi. Dan tidak beda dari ayahnya, ia menjadi suka berjudi, mabuk-mabukan, mencuri, dan merampok. Lama-kelamaan, kebiasaan buruk Temu pun semakin menjadi-jadi sehingga membuat kedua orang tuanya jengkel. Karena sudah tidak tahan lagi, mereka pun mengusir Temu dari rumahnya.
Singkat cerita, Temu tetap berjudi dan menjadi pencuri seperti ayahnya. Bukan hanya disegani oleh perampok-perampok lain, ia juga disegani Akuwu Tunggul Ametung karena kerugian yang ia sebabkan dari merampok. Tetapi beda dengan ayahnya, ia pun ingin mengembalikan harta-harta tersebut kepada rakyat seperti perampok lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s