Azra’s Social Diary: Ken Dedes episode 7 oleh maharaniamaliaazra

Artikel Kediri Bertutur

ken_arok__singosari_kingdom__by_edolazuardi-d68zvx6

Ilustrasi oleh Edo Lazuardi; source: http://edolazuardi.deviantart.com/art/Ken-Arok-Singosari-Kingdom-377908314

Bagian dari cerita ini dimulai dengan bagaimana semangatnya sang Akuwu Tunggul untuk memberantas para perampok-perampok yang telah mengganggu Tumapel akhir-akhir ini setelah diperintahkan langsung oleh Sri Kertajaya. Salah satu faktor yang membuatnya sangat semangat karena perampok-perampok ini dapat mengancam kedudukan dia menjadi raja di Tumapel dan ia pun memerintahkan ketiga pengawalnya yang bernama Jarasandha, Bapiang, dan Kebo Ijo untuk membantunya. Tetapi, karena mereka tidak langsung turun tangan dan meminta prajurit mereka untuk melakukan tugas mereka, misi-misi mereka pun sering gagal hingga membuat sang Akuwu marah dan memanggil ketiga pengawalnya tersebut.
Ketiganya pun beralasan bahwa perampok-perampok tersebut sangat tangguh dan terlatih; bahkan banyak dari prajurit mereka menjadi korban. Akan tetapi, alasan ini malah membuatnya menjadi lebih marah karena faktanya, mereka adalah orang-orang yang ia percaya jika ada hal seperti ini terjadi. Pada akhirnya, sang Akuwu menyuruh mereka istirahat dan ia sendiri akan menghadapi perampok-perampok tersebut. Sang Hyang Belakangka (penasihat Keraton Tumapel) langsung mengingatkan Akuwu bahwa ia tidak bisa gegabah. Bagaimana jika nanti akan banyak orang yang menyerangnya jika ia pergi sendirian? Iapun menyarankan bahwa ia sebaiknya memberikan tugas ini kepada ketiga pengawalnya tersebut dan menyuruh mereka untuk mengutus prajurit pilihan mereka dalam jumlah yang besar. Akuwu pun menuruti dan menyuruh ketiga orang tersebut untuk menyerang dan kembali dengan semua kepala mereka. Mereka pun siap dan menjalankan tugas yang telah diperintahkan oleh Akuwu.

Pada hari yang telah ditentukan, mereka pun berangkat. Didalam perjalanan mereka, mereka diserang oleh perampok-perampok yang telah mereka incar selama ini. Biasanya, mereka beraksi secara induvidu tetapi kali ini, mereka melakukannya secara bersamaan. Mereka pun mengenalkan diri dan mengaku bahwa mereka adalah perampok yang telah mereka cari-cari selama ini dan pada akhirnya, mereka pun bertengkar secara ramai-ramai. Kedua belah pihak memiliki kekuatan yang sama sehingga perkelahian itu bertahan cukup lama. Seiring waktu berlalu, pertandingan ini semakin tidak seimbang. Para perampok menjadi semakin lemah; apa yang mereka pikirkan? Pastinya mereka akan kelelahan melawan prajurit dengan senjata yang lengkap. Lagipula, mereka kalah dalam jumlah. Temu, sang pemimpin para perampok tersebut merasakan hal tersebut dan akhirnya menyuruh kawanannya untuk mundur dan pada akhirnya, tidak ada yang menang ataupun kalah, tetapi pastinya ada banyak korban.

Disaat ketiga pengawal itu melaporkan hasil mereka yang ternyata gagal menangkap perampok-perampok tersebut, sang Akuwu merasa heran kenapa ketiga orang kepercayaannya tidak bisa melakukan tugas tersebut. Ini membuat Dia berfikir, bagaimana caranya agar kerajaan Tumapel dapat menangkap para perampok ini. Ia pun berkata bahwa sebaiknya prajurit Tumapel dikirim secepatnya karena perampok-perampok tersebut sedang merawat anggotanya yang terluka, sehingga membuat mereka lebih rentan. Dan ketiga pengawal tersebut kembali mencari perampok-perampok ini dan menyusuri setiap pelosok dari Tumapel. Hal ini banyak membuat warga Tumapel takut; apakah mereka akan ditangkap?

Ternyata, para perampok tersebut bersembunyi didalam hutan dibawah Gunung Arjuna dan entah bagaimana, hal ini terbocor dan prajurit Tumapel pun pergi ke arah tersebut dan pada akhirnya, mereka dikepung. Tetapi Temu, sang ketua dari kelompok berserta beberapa anggota lainnya yang tidak terluka berpencar dan berhasil kabur walaupun sisanya yang masih terluka hanya bisa pasrah dan akhrinya ditangkap. Disaat Temu hampir saja berhasil kabur, para prajurit sudah mengepung dia. When he thought all hopes are lost, mendadak ada seekor naga yang muncul dari belakangnya dan menyerang Bapiang dan para prajurit tersebut, bahkan membunuh Bapiang. Setelah itu, naga tersebut pun lenyap begitu saja.

Tanpa mengambil waktu lagi, Temu pun berlari dan akhirnya memanjat pohon silawan hingga ke puncaknya. Sayangnya, Jarasandha beserta para prajuritnya melihat aksinya dan sudah mengepung pohon tersebut. Jarasandha pun berteriak dan memintanya untuk turun dari pohon itu dan menyerah saja. Tentu saja, Temu menolak dan terus bertahan di atas pohon itu. Karena Jarasandha dan prajuritnya tidak mau membuang-buang waktu, mereka pun memutuskan untuk menebang pohon silawan tersebut. Karena Temu sudah putus asa, Temu hanya bisa berdoa kepada sang Pramundita.

Meskipun Temu ada seorang berandalan yang sering membuat keonaran, permohonannya untuk keselamatan pun menggetarkan Kahyangan Jonggring Saloka, sebuah istana atau khayangan Bathara Guru alias sang Pramesthi Guru. Hal ini bahkan menyebabkan perdebatan antara ketiga Dewa-Bathara yang bernama Bathara Brahma, Bathara Syiwa, dan Bahtara Whisnu. Mereka pun menganggap bahwa diri Temu merupakan “wadah” yang tepat bagi mereka untuk menjalani reinkarnasi dan Pramesthi Guru menyatakan Bathara Whisnu-lah yang berhak menyatu kedalam Temu dan menolongnya. Temu pun merasa kaget disaat ia didatangi Bathara Whisnu, dimana ia mengatakan bahwa ia akan menolong dirinya tersebut.

Pada bagian dari buku ini, Ken Dedes tidak disebutkan sama sekali, membuatku menjadi tidak dapat membahas tentang dirinya. Tetapi, menurut aku, bagian dari cerita ini menunjukkan bahwa jika kita memiliki keyakinan bahwa jika kita memang memiliki niat baik, pasti akan ada jalannya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s