Wanita Inspiratif: Gayatri Rajapatni episode 10 by Anastasia Pradinia

Artikel Kediri Bertutur

Prajnaparamita_Java_Side_Detail

 

Dear diary,

Dalam bab terakhir dalam buku Gayatri Rajapatni, perjuangan Gayatri untuk kerajaan Majapahit telah dihargai masyarakat. Hayam Wuruk melanjutkan kuasa keluarganya atas kerajaan Majapahit. Tribhuwana ingin mengenang Gayatri dalam cara yang spesial, karena dia ingin memastikan bahwa segala aksi yang telah dilakukan oleh Gayatri untuk Majapahit itu tidak terlupakan. Mayoritas masyarakat tidak mengenali usahanya Gayatri untuk membangun kerajaan Majapahit, namun mereka mengenali nama-nama sosok prianya, seperti Raja Wijaya, Kertanegara, dan Hayam Wuruk. Mereka memang tokoh-tokoh yang penting dalam kisah Majapahit, namun mereka melupakan Gayatri. Gayatri adalah satu-satunya keturunan ayahnya, sang raja Kertanegara, yang melanjutkan kerajaan Singhasari. Gayatri memenuhi kewajibannya sebagai putri kerajaan dengan mengelola pemerintahan. Seharusnya pada saat itu Gayatri menjadi pemimpin kerajaan, namun dia tahu bahwa untuk kebaikan kerajaan, masyarakat membutuhkan seorang raja. Gayatri mengambil aksi dan memilih untuk menikahi Wijaya, karena dia memang memiliki relasi yang dekat dengan keluarganya Kertanegara.

Gayatri sudah mengetahui dari awal bahwa pilihan yang tepat adalah untuk membuat Wijaya rajanya Majapahit, karena dia memiliki sifat-sifat yang tepat. Wijaya sudah membuktikan bahwa dia itu mampu untuk mengelola kerajaan. Wijaya juga membangun kerajaan Majapahit, maka dari itu dia pasti akan peduli citra kerajaan Majapahit karena dia tahu bahwa usaha untuk menyatukan masyarakat itu membutuhkan upaya yang besar. Gayatri menjadi ratunya Majapahit dan dia menjadi peran yang bijak dalam pemerintahan. Gayatri menghilangkan banyak hal dalam kehidupannya, namun dia tetap teguh untuk masyarakat. Sebagai bagian dari kerajaan dia juga membuat keputusan yang sulit, seperti membunuh Jayanegara agar kedua putrinya bisa memilih untuk menikahi siapa saja yang mereka mau dan juga untuk kebaikan kerajaan Majapahit. Gayatri membuat keputusan-keputusan yang tidak mudah, namun masyarakat meremehkan betapa sulitnya untuk membuat pilihan yang benar. Gayatri mengetahui bahwa tidak ada keputusan yang sempurna, karena pasti akan ada sisi positif dan negatif dalam segala hal. Gayatri harus mengorbankan berbagai hal untuk kerajaan Majapahit, dia juga menghabiskan bertahun-tahun untuk mengelola kerajaan. Gayatri memiliki kewajiban untuk meneruskan apa yang telah dibuat oleh ayahnya, maka dari itu dia membuat Majapahit dan mengelolanya sebaik-baik mungkin.

Tribhuwana tidak ingin masyarakat Majapahit melupakan segala hal yang harus dilakukan Gayatri untuk membawa Majapahit ke dalam kondisinya yang ideal. Gayatri bekerja keras dan harus mengorbankan banyak hal dalam hidupnya untuk membuat Majapahit kerajaan yang sukses dan makmur. Semua usaha Gayatri akan diperingati dalam upacara yang telah diatur oleh Tribhuwana. Tribhuwana sudah merencanakan untuk mengadakan acara sraddha untuk Gayatri. Tujuan acara tersebut adalah untuk mengenang kematiannya dan juga untuk membuat perjalanannya lebih mudah untuk bersatu dengan Prajnaparamita, yaitu dewi kebijaksanaan yang tinggi.

Upacara untuk mengenang Gayatri itu bisa dilakukan hanya dengan beberapa orang, yang termasuk pendeta dan keluarga dekat. Namun, Tribhuwana juga menginginkan upacaranya untuk memiliki dampak politis terhadap kematiannya Gayatri. Tribhuwana ingin masyarakat Majapahit untuk mengenang peninggalan Gayatri juga, karena dia percaya bahwa itu akan membuat kesan baik untuk Gayatri untuk yang terakhir kalinya. Tribhuwana ingin ibunya untuk dikenang dalam cara yang megah dan penuh dengan hormat. Tribhuwana juga sudah mengakali bahwa nilai moral dari semua aksi yang telah dilakukan oleh Gayatri itu akan menjadi bahan yang diutamakan dalam upacara ini. Gayatri itu memang sangat spiritual, maka dari itu dia menjadi sosok yang bijaksana dan pandai. Tujuannya upacara ini adalah untuk mengenang betapa kuatnya Gayatri sudah memerangi berbagai masalah yang dihadapainya untuk mengelola kerajaan Majapahit dan untuk mempertahankan keadaannya dengan baik. Secara spiritual, jiwanya Gayatri juga dilepaskan untuk melanjutkan perjalanannya bersama dewi Prajnaparamita, yaitu salah satu dewi kesukaan Gayatri. Sejak dulu Gayatri memang memiliki suatu ketertarikan dengan dewi Prajnaparamita, karena dia memiliki sifat-sifat yang Gayatri inginkan dalam dirinya. Gayatri sudah membuktikan bahwa dia mampu melakukan hal-hal dengan bijaksana, karena dia telah membuat beberapa keputusan-keputusan tersulit untuk mempertahankan kondisinya kerajaan Majapahit. Tribhuwana percaya bahwa kesuksesan Gayatri itu datang dari ilmunya untuk menyatui masyarakat yang berbeda. Gayatri itu mampu untuk menyatukan satu negara, bahkan dia telah berhasil untuk bersekutu dengan daerah-daerah lain untuk bergabung dengan kerajaan Majapahit agar bisa meluaskan wilayah daerah. Kemampuannya Gayatri untuk mengerti orang itu luar biasa, karena dia memiliki bakat dalam memilih aksi yang tepat untuk dilakukan dalam situasi-situasi yang sulit. Dalam keadaan sulit pun dia merelakan diri untuk menyelamatkan orang-orang yang masih setia pada kerajaan Singhasari. Semua itu ingin diperlihatkan oleh Tribhuwana agar orang-orang mengingat Gayatri sebagai sosok bijaksana yang pandai dan telah membimbing kerajaan Majapahit ke arah kesuksesan.

Gajah Mada akhirnya dipanggil kembali oleh Tribhuwana dan pemerintahan untuk kembali dan menjadi dewan menteri untuk Majapahit. Gajah Mada kembali dan membantu mengelola Majapahit lagi. Gajah Mada telah mendengar rencananya Tribhuwana dan dia mendukung idenya untuk mengadakan acara sraddha. Gayatri dan Gajah Mada memang memiliki hubungan yang dekat, maka dari itu sejak Gayatri meninggal, Gajah Mada menjadi sedih karena orang yang dia bisa percaya itu telah hilang. Namun, Gajah Mada tetap teguh untuk masyarakat Majapahit agar membuktikan bahwa dia akan tetap bersemangat untuk berjuang untuk Majapahit.

Hayam Wuruk juga mengadakan acara kesenian untuk memperingati Gayatri. Gayatri memang menyukai hal-hal dalam bentuk seni, karena dia menghargai kisah-kisah tradisional Jawa. Ada beberapa penampilan yang pentas untuk acara tersebut. Hayam Wuruk ingin acara tersebut mengekspresikan segala sifatnya Gayatri, dan salah satunya adalah seni. Rasa cintanya Gayatri untuk seni itu luar biasa dan dia telah membuktikan itu kepada Hayam Wuruk dengan memberinya berbagai bahan bacaan mengenai Panji dan tokoh-tokoh yang dia gemari. Gajah Mada dan Tribhuwana juga merencanakan untuk membuat patung figurnya Gayatri untuk memperingatinya. Patung-patung tersebut ditempatkan di candi-candi yang berada di seluruh Indonesia. Setiap kali orang-orang pergi ke candi tersebut mereka akan melihat patungnya Gayatri dan teringat oleh perjuangannya untuk kerajaan Majapahit.

 

Wanita Inspiratif: Gayatri Rajapatni episode 9 by Anastasia Pradinia

Artikel Kediri Bertutur

Raden-Wijaya

dff43dfb4a00e824ca95d29602191f83

180px-HAYAM_WURUK

 

Dear diary,

Aku meneruskan buku mengenai Gayatri Rajapatni dan sepertinya bentar lagi sudah akan selesai, karena tinggal beberapa bab lagi bukunya akan habis. Gayatri sudah meninggal dalam bab ini, namun bagian ini menjadi bagian yang penting dalam biografi Gayatri, karena memperlihatkan bagaimana Gayatri berdampak pada kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit tidak akan ada tanpa bantuannya Gayatri, karena dia merupakan sosok yang bijak di antara semuanya. Gayatri itu memiliki cara pemikiran yang strategis, maka dari itu dia menjadi salah satu orang yang penting dalam kerajaan Majapahit.

Saat Gayatri meninggal, Tribhuwana mengundurkan diri dan membuat Hayam Wuruk menjadi raja Majapahit. Tribhuwana berpikir bahwa Hayam Wuruk adalah seorang lelaki dan masyarakat kerajaan Majapahit akan menginginkan pemimpin pria setelah beberapa tahun di mana mereka memiliki seorang ratu daripada seorang raja. Hayam Wuruk menginjak dua puluh satu tahun, namun dia belum menjadi seorang raja yang mandiri. Dari dulu Gajah Mada adalah anggota yang membuat keputusan yang sulit. Hayam Wuruk masih bergantung dengan Gajah Mada untuk membimbingnya, padahal Hayam Wuruk sudah cukup tua untuk memimpin kerajaannya sendiri. Gajah Mada memang ditugaskan Gayatri untuk membimbing Hayam Wuruk selama dia menjadi rajanya Majapahit, namun Gayatri pasti menginginkan Hayam Wuruk untuk menjadi raja yang mandiri dan bisa membuat keputusan yang besar untuk kerajaan. Salah satu kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang baik adalah untuk membuat keputusan yang dapat berdampak positif bagi semua pihak dalam masyarakat. Memecahkan masalah-masalah adalah keahlian yang penting dalam seorang raja.

Saat Hayam Wuruk sudah menjadi dua puluh satu tahun, Tribhuwana menyuruh Hayam Wuruk untuk mencari calon istri yang dia ingin nikahi agar menjadi ratunya Majapahit. Hayam Wuruk masih bergantung dengan Gajah Mada untuk mencari seorang istri, namun dia memang tertarik dengan putrinya Raja Sunda. Sunda merupakan bawahan pada saat itu, karena mereka menolak untuk bersatu dengan kerajaan Majapahit. Majapahit memperlakukan negara atau kerajaan lain yang tidak bergabung seperti mereka bawahan. Hayam Wuruk ingin menikahi putrinya Raja Sunda, maka dari itu sang raja pergi untuk mengunjungi kerajaan Majapahit. Kunjungannya Raja Sunda itu terlihat seperti suatu bentuk penyerahan di matanya Gajah Mada. Dengan kesepakatan yang sudah disetujui Raja Sunda, berarti dia menjadikan putrinya semacam tanda penyerahan kerajaan Sunda kepada Majapahit.

Ketika Raja Sunda sudah sampai di Majapahit, Gajah Mada menyarankan Hayam Wuruk untuk tidak bertemu dengan sang raja karena dia itu seorang bawahan. Hayam Wuruk sudah menyatakan bahwa dia akan bertemu dengan Raja Sunda, namun dia memihak dengan Gajah Mada karena dia bersikeras dengan opininya. Gajah Mada juga bilang bahwa dia hanya melihat pernikahan tersebut sebagai persekutuan antara Sunda dan Majapahit agar mereka bergabung dengan kerajaan, padahal sebenarnya Hayam Wuruk memiliki perasaan untuk sang putri. Akhirnya, Raja Sunda mengetahui yang dilakukan Gajah Mada dan dia menyatakan perang.

Dalam perang tersebut, yang dipanggil perang bubat, Gajah Mada dan Hayam Wuruk sukses membunuh seluruh prajurit kerajaan Sunda. Putrinya Raja Sunda itu ternyata meninggal entah kenapa, namun Hayam Wuruk merasa sedih dan menyesal atas apa yang terjadi.

Kejadian perang bubat itu membuat sang ibu, Tribhuwana, khawatir dengan aksi yang telah dilaksanakan oleh Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Tribhuwana memutuskan untuk berbicara dengan Hayam Wuruk agar dia dapat menasehatinya dan mendorongnya untuk menjadi lebih baik. Caranya Tribhuwana menyarankan solusi untuk Hayam Wuruk itu sama seperti sifat ibunya, Gayatri. Gayatri telah mempengaruhinya dengan caranya Tribhuwana berbicara, karena Tribhuwana mendapat kebijakan ibunya tersayang. Segala hal yang diajarkan Gayatri kepada Tribhuwana telah membawa putrinya pada saat ini, karena inilah waktunya Hayam Wuruk sangat membutuhkan ibunya untuk membimbingnya. Tribhuwana menasehati Hayam Wuruk untuk membuat keputusan diri sendiri, karena Gajah Mada telah mempengaruhinya dan itu semua menyebabkan perang dengan kerajaan Sunda. Tribhuwana memang tidak setuju dengan tindakan Gajah Mada, namun Hayam Wuruk seharusnya membuat keputusan yang benar dan menepati janjinya. Selain itu, Tribhuwana juga menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus memenuhi kebutuhan rakyat dan menjadi lebih peduli pada lingkungannya. Setelah pembicaraan tersebut, Hayam Wuruk sadar bahwa dia telah membuat keputusan yang salah sebelumnya dan dia ingin memperbaikinya. Banyak pihak menyalahkan Gajah Mada atas perang dengan kerajaan Sunda, maka dari itu Gajah Mada memutuskan untuk cuti sementara.

Sesaat Gajah Mada cuti, Hayam Wuruk memutuskan bahwa memang tidak ada yang bisa menggantikan posisinya Gajah Mada, maka dari itu dia membuat sistem yang baru. Setiap bulan dia mengadakan rapat bersama menteri-menteri senior yang sudah memiliki pengalaman dengan mengelola kerajaan. Saat rapat Hayam Wuruk selalu memastikan bahwa keputusan yang akan dia ambil akan menguntungkan untuk kerajaan Majapahit.

Hayam Wuruk begitu menggemari kesenian, maka dari itu dia memiliki dorongan untuk membuat kebudayaan Majapahit menonjol. Dia sering mengadakan pementasan kesenian dan dia akan selalu menyaksikannya. Seperti Gayatri dan Tribhuwana, Hayam Wuruk menggemari buku-buku yang dibaca oleh ibunya dan neneknya. Semua itu dia jadikan pementasan yang bertujuan untuk menghibur masyarakat dan semua itu berhasil. Tribhuwana juga memberikan bacaan kepada Hayam Wuruk tentang cerita kesukaannya. Hayam Wuruk dengan senang menerima bukunya dan membacanya. Tribhuwana selalu ingin Hayam Wuruk untuk menikmati kesenian, seperti neneknya, Gayatri. Tribhuwana juga ingin ibunya, Gayatri, untuk diperlihatkan sebagai sosok yang penting dalam pembangunan kerajaan Majapahit. Menurut hal-hal yang Tribhuwana telah baca ternyata sosok prianya yang lebih ditonjolkan, namun Tribhuwana bersikeras untuk menunjukkan dunia bahwa Gayatri itu juga memainkan peran yang besar dalam pembangunan kerajaan Majapahit.

Wanita Inspiratif: Gayatri Rajapatni episode 8 by Anastasia Pradinia

Artikel Kediri Bertutur

180px-HAYAM_WURUK

 

Dear diary,

Siang ini aku melanjutkan buku tentang Gayatri Rajapatni dan di bab ini saat perjalanannya berakhir. Saat ini Tribhuwana sudah berperan menjadi seorang ibu dan juga ratu yang bertanggung jawab untuk merawat kerajaan dan juga putranya. Putranya Tribhuwana, Hayam Wuruk, bertumbuh menjadi anak yang berani, pandai, dan tampan.

Gayatri dan Gajah Mada ingin memperluas kerajaan Majapahit, maka dari itu mereka merencanakan untuk membuat persekutuan Majapahit dengan kerajaan lain. Bali merupakan kerajaan yang tepat untuk digabungkan dengan Majapahit, karena tradisinya yang mirip dengan kehidupan sehari-hari yang dijalankan oleh orang Jawa. Terutama agamanya yang akhirnya dicampurkan dan membuahkan Hindu-Buddha. Kedua agama bisa dipadukan bersama dan mayoritas orang Bali sekarang percaya kepada agama tersebut.

Gayatri mengirim Gajah Mada untuk membujuk Bali untuk bergabung dengan Majapahit. Gajah Mada yang bersifat keras kepala dan agresif itu memang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan orang Bali, namun dia bisa mengertinya lebih baik daripada orang lain. Pertamanya Gayatri memang ragu untuk mengirim Gajah Mada, tetapi ternyata Gayatri menemukan bahwa dia sudah mengenali ciri khas orang-orang Bali.

Gayatri mengamati bahwa sebagian besar masyarakat kerajaan Majapahit mulai mengadopsi agama asing, yaitu Islam. Gayatri tidak memiliki masalah apa pun mengenai pilihan agama warga Majapahit, tetapi dia mulai khawatir jika kebudayaan Majapahit mulai pudar karena agama yang telah diseleksi masyarakat. Semakin banyak orang yang memilih untuk mempercayai agama Islam, karena mereka tertarik dengan konsepnya. Namun, Gayatri sudah memprediksi bahwa perubahan agama tersebut mempengaruhi tradisinya masyarakat Majapahit. Tradisi Majapahit itu yang membuat kerajaannya ciri khas, maka dari itu Gayatri tidak ingin kebudayaannya terhapuskan hanya karena masyarakat mengadopsi adat yang asing. Kebudayaan itu baginya sangat penting untuk dilestarikan, karena tradisi itu beda-beda dan dia menghargainya. Gayatri memiliki rasa cinta terhadap kesenian dan adat, maka dari itu dia ingin mempertahankan kebudayaan Majapahit. Dia menjadi yang memastikan bahwa masyarakat Majapahit tetap melaksanakan tradisi kerajaan. Gayatri memperlakukan budaya Majapahit dengan baik, karena dia menemukan suatu bentuk identitas dalam kebudayaan dan asalnya seseorang. Kebudayaan Majapahit sudah menjadi bagiannya Gayatri dan dia sangat menghargai bagian itu dari dirinya, maka dari itu dia memiliki keinginan besar untuk mempertahankan tradisi-tradisi tersebut. Tradisi itu hal yang sudah dilakukan sejak dulu, karena diambil dari adatnya nenek moyang kita. Gayatri merasa bahwa semua itu telah dibangun susah payah oleh keluarganya, maka dari itu harus dijaga dengan baik. Kebudayaannya kerajaan Majapahit itu satu-satunya hal yang bisa dia simpan dari orangtuanya yang sudah meninggal dan dia berpegang pada itu untuk mengenangkan orangtuanya.

Tribhuwana merencanakan untuk mengundurkan diri pada saat Hayam Wuruk sudah mencapai enam belas tahun, supaya Majapahit dapat pemimpin lelaki seperti sebelumnya. Hayam Wuruk akan menjadi raja yang sempurna untuk kerajaan Majapahit, karena dia sudah diajarkan kedua peran wanita yang kuat dalam keluarganya, yaitu Tribhuwana dan Gayatri. Tribhuwana akan membimbing Hayam Wuruk untuk menjadi Raja yang bijak, namun Gayatri tidak akan bisa berada di sisinya selamanya karena umurnya yang sudah tua. Gayatri sudah menanti waktunya dia untuk meninggalkan kerajaan Majapahit kepada cucunya, Hayam Wuruk. Walaupun waktunya Gayatri sudah mendekat, dia memastikan bahwa dia sudah seleksi orang-orang yang tepat untuk merawat dan meneruskan kerajaan Majapahit. Gayatri pada awalnya menyuruh Gajah Mada untuk mengundurkan diri, tetapi Gajah Mada tidak mau berhenti bekerja sebagai peran yang besar dalam kerajaan. Gajah Mada memiliki keinginan kuat untuk tetap menjadi anggoa yang penting dalam kerajaan Majapahit, karena dia menyukai hal yang dia lakukan. Memang sejak awal Gayatri melihat potensi dari Gajah Mada dan di akhir-akhir prediksi Gayatri terbukti benar. Gajah Mada telah membantu Gayatri untuk meluruskan segala situasi agar kerajaan mencapai kondisinya yang ideal sekarang. Jika Gajah Mada tidak membantu Gayatri sebelumnya, Tribhuwana tidak akan bisa menjadi ratunya Majapahit.

Pandangan Gayatri itu selalu benar dan fakta bahwa dia pandai memprediksi hal-hal yang akan terjadi itu cukup menakjubkan. Sebagai peran penting dalam kerajaan dia sudah membuktikan dirinya sebagai ratu yang pintar, bijak, dan ideal. Entah bagaimana caranya tetapi Gayatri selalu memastikan bahwa dirinya bisa melihat lebih ke depan daripada yang lain. Dia selalu mengetahui hal-hal yang akan terjadi dan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi segala pun yang datang ke arahnya. Segala tantangan dia coba untuk selesaikan dan dia mampu melakukan berbagai hal yang ekstrim untuk mencapai tujuannya. Pada saat-saat terakhir Gayatri masih hidup, dia memastikan bahwa dia sudah menyiapkan keluarganya dan kerajaannya untuk menghadapi segala rintangan. Gayatri mengutuskan Hayam Wuruk untuk meneruskan kerajaan.  Kerajaan biasanya dipimpin oleh seorang raja laki-laki maka dia menjadi orang yang tepat untuk peran itu. Gayatri sudah mewariskan segala ilmunya dan teori yang telah ia pelajari kepada Tribhuwana, maka dari itu putrinya bisa berperan sebagai ibu yang bisa membimbing anaknya menjadi raja yang baik. Hayam Wuruk akan memiliki kedua orangtuanya dan Gajah Mada untuk membantunya memimpin kerajaan Majapahit. Gayatri akhirnya meninggal dengan damai pada 1350. Gayatri sudah mempercayakan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Tribhuwana untuk meneruskan Majapahit.