Wanita Inspiratif: Gayatri Rajapatni episode 9 by Anastasia Pradinia

Artikel Kediri Bertutur

Raden-Wijaya

dff43dfb4a00e824ca95d29602191f83

180px-HAYAM_WURUK

 

Dear diary,

Aku meneruskan buku mengenai Gayatri Rajapatni dan sepertinya bentar lagi sudah akan selesai, karena tinggal beberapa bab lagi bukunya akan habis. Gayatri sudah meninggal dalam bab ini, namun bagian ini menjadi bagian yang penting dalam biografi Gayatri, karena memperlihatkan bagaimana Gayatri berdampak pada kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit tidak akan ada tanpa bantuannya Gayatri, karena dia merupakan sosok yang bijak di antara semuanya. Gayatri itu memiliki cara pemikiran yang strategis, maka dari itu dia menjadi salah satu orang yang penting dalam kerajaan Majapahit.

Saat Gayatri meninggal, Tribhuwana mengundurkan diri dan membuat Hayam Wuruk menjadi raja Majapahit. Tribhuwana berpikir bahwa Hayam Wuruk adalah seorang lelaki dan masyarakat kerajaan Majapahit akan menginginkan pemimpin pria setelah beberapa tahun di mana mereka memiliki seorang ratu daripada seorang raja. Hayam Wuruk menginjak dua puluh satu tahun, namun dia belum menjadi seorang raja yang mandiri. Dari dulu Gajah Mada adalah anggota yang membuat keputusan yang sulit. Hayam Wuruk masih bergantung dengan Gajah Mada untuk membimbingnya, padahal Hayam Wuruk sudah cukup tua untuk memimpin kerajaannya sendiri. Gajah Mada memang ditugaskan Gayatri untuk membimbing Hayam Wuruk selama dia menjadi rajanya Majapahit, namun Gayatri pasti menginginkan Hayam Wuruk untuk menjadi raja yang mandiri dan bisa membuat keputusan yang besar untuk kerajaan. Salah satu kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang baik adalah untuk membuat keputusan yang dapat berdampak positif bagi semua pihak dalam masyarakat. Memecahkan masalah-masalah adalah keahlian yang penting dalam seorang raja.

Saat Hayam Wuruk sudah menjadi dua puluh satu tahun, Tribhuwana menyuruh Hayam Wuruk untuk mencari calon istri yang dia ingin nikahi agar menjadi ratunya Majapahit. Hayam Wuruk masih bergantung dengan Gajah Mada untuk mencari seorang istri, namun dia memang tertarik dengan putrinya Raja Sunda. Sunda merupakan bawahan pada saat itu, karena mereka menolak untuk bersatu dengan kerajaan Majapahit. Majapahit memperlakukan negara atau kerajaan lain yang tidak bergabung seperti mereka bawahan. Hayam Wuruk ingin menikahi putrinya Raja Sunda, maka dari itu sang raja pergi untuk mengunjungi kerajaan Majapahit. Kunjungannya Raja Sunda itu terlihat seperti suatu bentuk penyerahan di matanya Gajah Mada. Dengan kesepakatan yang sudah disetujui Raja Sunda, berarti dia menjadikan putrinya semacam tanda penyerahan kerajaan Sunda kepada Majapahit.

Ketika Raja Sunda sudah sampai di Majapahit, Gajah Mada menyarankan Hayam Wuruk untuk tidak bertemu dengan sang raja karena dia itu seorang bawahan. Hayam Wuruk sudah menyatakan bahwa dia akan bertemu dengan Raja Sunda, namun dia memihak dengan Gajah Mada karena dia bersikeras dengan opininya. Gajah Mada juga bilang bahwa dia hanya melihat pernikahan tersebut sebagai persekutuan antara Sunda dan Majapahit agar mereka bergabung dengan kerajaan, padahal sebenarnya Hayam Wuruk memiliki perasaan untuk sang putri. Akhirnya, Raja Sunda mengetahui yang dilakukan Gajah Mada dan dia menyatakan perang.

Dalam perang tersebut, yang dipanggil perang bubat, Gajah Mada dan Hayam Wuruk sukses membunuh seluruh prajurit kerajaan Sunda. Putrinya Raja Sunda itu ternyata meninggal entah kenapa, namun Hayam Wuruk merasa sedih dan menyesal atas apa yang terjadi.

Kejadian perang bubat itu membuat sang ibu, Tribhuwana, khawatir dengan aksi yang telah dilaksanakan oleh Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Tribhuwana memutuskan untuk berbicara dengan Hayam Wuruk agar dia dapat menasehatinya dan mendorongnya untuk menjadi lebih baik. Caranya Tribhuwana menyarankan solusi untuk Hayam Wuruk itu sama seperti sifat ibunya, Gayatri. Gayatri telah mempengaruhinya dengan caranya Tribhuwana berbicara, karena Tribhuwana mendapat kebijakan ibunya tersayang. Segala hal yang diajarkan Gayatri kepada Tribhuwana telah membawa putrinya pada saat ini, karena inilah waktunya Hayam Wuruk sangat membutuhkan ibunya untuk membimbingnya. Tribhuwana menasehati Hayam Wuruk untuk membuat keputusan diri sendiri, karena Gajah Mada telah mempengaruhinya dan itu semua menyebabkan perang dengan kerajaan Sunda. Tribhuwana memang tidak setuju dengan tindakan Gajah Mada, namun Hayam Wuruk seharusnya membuat keputusan yang benar dan menepati janjinya. Selain itu, Tribhuwana juga menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus memenuhi kebutuhan rakyat dan menjadi lebih peduli pada lingkungannya. Setelah pembicaraan tersebut, Hayam Wuruk sadar bahwa dia telah membuat keputusan yang salah sebelumnya dan dia ingin memperbaikinya. Banyak pihak menyalahkan Gajah Mada atas perang dengan kerajaan Sunda, maka dari itu Gajah Mada memutuskan untuk cuti sementara.

Sesaat Gajah Mada cuti, Hayam Wuruk memutuskan bahwa memang tidak ada yang bisa menggantikan posisinya Gajah Mada, maka dari itu dia membuat sistem yang baru. Setiap bulan dia mengadakan rapat bersama menteri-menteri senior yang sudah memiliki pengalaman dengan mengelola kerajaan. Saat rapat Hayam Wuruk selalu memastikan bahwa keputusan yang akan dia ambil akan menguntungkan untuk kerajaan Majapahit.

Hayam Wuruk begitu menggemari kesenian, maka dari itu dia memiliki dorongan untuk membuat kebudayaan Majapahit menonjol. Dia sering mengadakan pementasan kesenian dan dia akan selalu menyaksikannya. Seperti Gayatri dan Tribhuwana, Hayam Wuruk menggemari buku-buku yang dibaca oleh ibunya dan neneknya. Semua itu dia jadikan pementasan yang bertujuan untuk menghibur masyarakat dan semua itu berhasil. Tribhuwana juga memberikan bacaan kepada Hayam Wuruk tentang cerita kesukaannya. Hayam Wuruk dengan senang menerima bukunya dan membacanya. Tribhuwana selalu ingin Hayam Wuruk untuk menikmati kesenian, seperti neneknya, Gayatri. Tribhuwana juga ingin ibunya, Gayatri, untuk diperlihatkan sebagai sosok yang penting dalam pembangunan kerajaan Majapahit. Menurut hal-hal yang Tribhuwana telah baca ternyata sosok prianya yang lebih ditonjolkan, namun Tribhuwana bersikeras untuk menunjukkan dunia bahwa Gayatri itu juga memainkan peran yang besar dalam pembangunan kerajaan Majapahit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s