“Bertanya Pada Film Setan Jawa.”

Artikel Kediri Bertutur
ColK6jgW8AEb7N3.jpg large

Mitologi merupakan unsur penting dari suatu religi. Mitologi memuat personifikasi lambang dan simbol suci. Sementara itu mitologi dalam cerita (cerita mitos) merupakan cerita-cerita mengenai dunia khayangan dan dewa-dewa yang berhubungan dengan aliran keyakinan dan kepercayaan tertentu.

“Mitologi JAWA” dalam periode masa klasik bersumber pada ajaran Hindu dan Budha. Dalam kebudayaan Hindu, “Trimurti (Shiwa, Wisnu, Brahma),” penyatuan 3 dewa sebagai manifestasi sifat-sifat keTuhanan memiliki kedudukan tertinggi dalam ajaran Hindu. Dan Sidharta Gautama,”Sang Buddha” dalam keyakinan Hindu diyakini sebagai awatara dewa Wisnu. Baik ajaran Hindu ataupun Budha yang berkembang di Jawa dalam menjalankan aktifitas ritual keagamaanya dilakukan di “candi-candi.” Dan adapun ritual-ritual khusus yang dilakukan di luar candi, seperti “Bhairawa” dilakukan di Ksetra (lapangan mayat), yaitu; ritual kesaktian.

Dalam mitologi Jawa “Hindu-Budha,” tidak mengenal istilah ritual “Kandang Bubrah.” Ritual “pesugihan/kekayaan” yang dilakukan di punden-punden “bukan di candi.” Sudah menjadi “jalan hidup” bagi raja-raja Jawa (Hindu-Buddha) ketika turun tahta menjadi Rsi dan tinggal di gunung-gunung, meninggalkan semua keduniawian/harta benda.

Airlangga, salah satu Raja besar Jawa (11 M), memilih menjadi Rsi dan tinggal di sekitar lereng gunung Penanggungan. Dan Situs Jolotundo yang ada di lereng gunung penanggungan menjadi bukti kesejarahan perjalanan Airlangga menjadi Rsi. Panji dalam cerita “Enthit,” folklor yang berkembang di masa kerajaan besar nusantara “Majapahit,” dikisahkan Panji, putra mahkota kerajaan Jenggala yang “bekerja” sebagai petani. Dalam Cerita “Enthit,” mengandung nilai pesan bahwa untuk menjadi kaya dengan cara bekerja dan berusaha, “Bukan Dengan Cara Ritual Pesugihan.”

Film Setan Jawa yang mengangkat “Ritual Pesugihan Kandang Bubrah,” yang diyakini sebagai ”mitologi Jawa,” patut menjadi “pertanyaan.”  Yang dimaksud mitologi Jawa “Pesugihan Kandang Bubrah” ini bersumber pada mitologi Jawa pada periode apa? Jawa dalam masa pra sejarah, Jawa dalam masa kolonial (penjajahan), atau Jawa dalam masa agama yang “bukan” Hindu-Buddha. Yang pasti bukan mitologi Jawa pada masa Hindu-Budha.

Dwi Aris Setiawan – Kediri Bertutur. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s