Bertanya Pada Film Setan Jawa 2

Artikel Kediri Bertutur

Picture1

Penulisan jawaban atas pertanyaan – pertanyaan dari Lydia Kieven (peneliti budaya Panji dari Jerman) di FB beliau mengenai tulisan saya; tulisan itu berawal dari artikel-artikel Film Setan Jawa yang saya baca di tulisan ataupun artikel2 di google. Hampir seluruh artikel menuliskan film Setan Jawa “Ritual Kandang Bubrah” merupakan “Mitologi Jawa.”

contoh: http://jogja.antaranews.com/berita/346595/bbdf-setan-jawa-kental-mitologi-jawa

Penyebutan istilah “Mitologi Jawa” di artikel-artikel film Setan Jawa yang ada di google membuat saya berfikir; “Mitologi” merupakan unsur penting yang bersifat suci dalam religi, dan bagaimana bisa “setan dalam ritual kandang bubrah” dianggap bagian dari Mitologi yang bersifat suci atau sakral. Sedangkan setan merupakan simbol kesesatan dan dosa. Seharusnya dalam narasi yang ditulis dalam artikel-artikel di tulisan2 narasi film tidak menyebutkan atau memakai istilah “Mitologi jawa,” namun cukup dengan Setan Jawa, “Ritual Kandang Bubrah.”

Airlangga, raja Jawa di masa Hindu-Buddha, setelah turun tahta, pergi bertapa di lereng gunung penanggungan untuk menempuh jalan hidup suci dengan menjadi Rsi. Airlangga meninggalkan segala urusan duniawi (kekayaan/materi). Dari perjalanan Airlangga yang menganut Mitologi Jawa di masa Hindu-Buddha, menunjukan bahwa kekayaan dan materi bukan segala-galanya, dan bukan menjadi tujuan utama dalam hidup ini.

Cerita Panji merupakan folklor di Jawa yang dianggap suci/sakral-cerita mitos, “Cerita Panji direliefkan di candi.” Cerita Panji juga bersumber pada “Mitologi Jawa” dalam masa Hindu-Buddha. Dalam cerita “Enthit,” Panji putra mahkota kerajaan Jenggala, bangsawan kerajaan yang menjadi seorang “petani.” Dalam cerita ini mengandung nilai pesan bahwa untuk memperoleh kekayaan/harta benda, seseorang harus bekerja,dan bukan bekerjasama dengan setan dengan melakukan ritual pesugihan.

Airlangga dan Cerita Panji, saya tulis sebagai antithesis atas penulisan “Mitologi Jawa” dalam film Setan Jawa “ritual kandang bubrah.” Jalan hidup Airlangga dan Cerita Panji yang bersumber pada Mitologi Jawa di masa Hindu-Buddha tidak ada kaitannya dengan “Mitologi Jawa-film Setan Jawa-ritual kandang bubrah.”

Penulisan “Mitologi Jawa” dalam film Setan Jawa, bisa me-generalisir pemikiran masyarakat tentang mitologi yang bersifat suci diidentikkan dengan setan. “Orang bertapa dan bersemedi di gua dan di gunung untuk melakukan ritual suci, bisa-bisa dianggap bekerjasama dengan setan. Padahal tempat-tempat seperti gunung-gunung, sungai-sungai dalam Mitologi Jawa di masa Hindu-Buddha merupakan tempat-tempat suci, selain di candi-candi. Jadi sebaiknya narasi film itu, seperti yang ditulis dalam artikel-artikel tidak memakai istilah “Mitologi Jawa,” cukup Setan Jawa “ritual kandang bubrah.”

Dwi Aris Setiawan-Kediri Bertutur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s